Sabtu, 17 Januari 2026

手放す


Hidup bukan hanya tentang

Mencapai sesuatu

Mengejar sesuatu

Tetapi hidup pun tentang

Melepaskan sesuatu


Melepaskan apa yang memang sedari awal

Bukan dipersiapkan untuk mu

Bukan dihadirkan untuk mu

Bukan datang untuk menemani mu


Kadang hati salah menduga

Mengira semua yang datang untuk memberi bahagia

Tapi aku lupa, jika hidup pun memiliki luka

Yang terkadang dibawa oleh ia yang kita anggap bahagia


Ku terlalu cepat merasa

Lucunya hanya Aku yang merasa

Ku tenggelam dalam cerita

Seolah semuanya terasa sama

Padahal sangat berbeda


Kini semua sudah sampai pada Akhirnya

Akhirnya yang jelas bahwa rasa

tidak seharusnya lagi tersisa

inilah ujungnya, melepaskan

apa yang sejak awal tidak untuk tinggal


terima kasih

dan selamat tinggal


Rabu, 17 September 2025

The Duck on the Sea

“So, there is a duck swimming in the river, but suddenly the current carries her to the sea…”



    Begitulah prolognya. Tempat yang asing bagi seorang bebek, terlihat tenang mengikuti arus lautan, padahal kakinya sedang berusaha mengayuh dengan kuat dan sepenuh tenaga. Dengan penuh ketakutan dan kekhawatiran akan apa yang terjadi di depan. Bebek ini pun tahu, jika dia berhenti seketika sebelum mencapai daratan dari lautan ini dia akan tenggelam atau terseret ombak kembali mundur. 

Rasa lelah itu pasti, tangisan dalam hening malam, dan kesepian sering ia rasakan. Tak terkadang dia merasa iri pada burung yang berada di atasnya. Terbang bebas dengan lepas tanpa takut akan tenggelam ke lautan. Terkadang dia pun heran saat manusia lewat di atasnya dan menyorakinya karena menanggap unik bebek yang berada di lautan tanpa pernah berfikir kenapa ia bisa sampai disana? dan untuk apa?

Sekarang bebek itu hanya bisa terus berenang, tidak ada cari lain selain berusaha melihat sekeliling dan menikmati pemandangan.
"Ternyata tak buruk juga." pikirnya..
Langit terlihat sangat biru, kicauan burung terdengar sangat jelas, dan suara ombak yang datang di keheningan malam begitu menenangkan. 

Tak jarang ia bertemu biota laut lainnya, dan mendapatkan berbagai pelajaran dari mereka. Hebat, takjub dengan semuanya. Dan satu hal yang bebek pelajari saat bertukar cerita dengan mereka, ternyata mereka yang berada di laut pun mendambakan pemandangan lain di luar laut yang luas ini. Para ikan pun takjub dengan si bebek yang masih berusaha berenang dalam lautan dan tidak menyerah. Satu hal yang yang si bebek tidak sadari dalam dirinya. 

Ketika pertemuan itu berakhir dan si bebek berenang sendiri lagi, ia pun menyadari, jika jalan hidup yang tidak ia sangka ini ternyata membawanya kepada pelajaran yang mungkin tidak akan ia dapatkan jika tidak terseret ke dalam lautan. Tentang arti dari sebuah tujuan dan dukungan,  arti dari menemukan hal yang indah dalam setiap takdir-Nya, dan kesepian yang membawanya justru lebih mengenal dirinya dan pencipta-Nya.

Lautan ini masih begitu luas dan si bebek tidak tahu kapan akan sampai di tujuannya. Ia pun tahu jika perjalanannya tidak akan mulus saja, akan ada ombak atau bahkan rintangan yang lebih sulit lagi baginya.

Namun, tidak ada jalan selain harus menghadapinya. Menyadari rasa takutnya, terus berenang maju, dengan tetap berprasangka baik terhadap penciptanya.

"And we will see what the duck will face in the future."




continued

Rabu, 02 April 2025

Catatan Ramadan 1446H

Setiap Sya'ban datang, satu hal yang selalu aku pikirkan, "Apakah umurku akan sampai di Ramadan tahun ini?" dan alhamdulillah, tahun ini Allah izinkanku untuk kembali melewati Ramadan 1446H (01 Maret 2025). 

Ramadan tahun ini terasa seperti roller coaster. Rasa senang yang turut diiringi perasaan sedih melihat kondisi Indonesia, dunia dan Gaza. Inilah pelajaran yang aku dapatkan dari Ramadan tahun ini.

Tentang itikaf tahun ini..

Tahun ini adalah kali kedua aku merasakan itikaf. Walaupun hanya 2 hari, tapi sangat banyak mengukir kenangan. Melewati itikaf dengan sahabat adalah saat yang tidak akan pernah aku lupakan. Bertemu dan menghabiskan waktu bersama saat libur saja sudah senang, apalagi saat menghabiskan waktu untuk bersama-sama mencari ridho-Nya. Semoga kita dipertemukan lagi di syurga-Nya ya..aamiin

Selain itu, itikaf kali ini memberiku harapan jika generasi mendatang insha allah akan lebih hebat daripada generasiku. Melihat banyaknya anak-anak yang menghabiskan waktu itikaf bersama keluarganya, jujur membuatku iri karena baru merasakan itikaf di umur yang sudah dewasa ini. Tapi disisilain, ada keyakinan dalam diriku bahwa inilah generasi pejuang. Generasi yang sudah diingatkan oleh penciptanya sedari kecil. Menghabiskan waktu malamnya untuk mengenal pencipta-Nya. Sungguh, semoga diriku kelak dapat membangun keluarga seperti itu. Keluarga yang menjadikan Allah sebagai poros dan tujuan utamanya. aamiin 

Tentang waktu..

Ngerasa nggak sih, kalau Ramadan tahun ini itu berasa cepet banget. Tahu-tahu udah minggu kedua, tahu-tahu udah 10 hari terakhir Ramadan aja. Waktu itu terasa semakin cepat ya.. Apalagi saat kita mendewasa dan mulai disibukkan dengan hal lainnya.

Untuk diri ini yang suka lalai dan berfikir "tenang masih ada waktu" ternyata aku tidak 'se ada waktu' itu. Umurku saja sudah hampir setengah umur Rasulullah, dan itu pun berkurang setiap menit, bahkan detiknya. Rasanya udah bukan saatnya lagi untuk 'nyantai'. Karena aku bisa 'pulang' kapan saja bukan? Saatnya bergegas untuk mencari bekal sebanyak mungkin untuk 'pulang'. Kurangi overthingking tentang harus mulai darimana nya, karena kuncinya mulai dulu aja bukan? selama itu hal yang Allah perintahkan dan Allah sukai.

Bicara tentang waktu ini pun, aku semakin menyadari jika usia orangtuaku pun semakin berkurang setiap menitnya. Karenanya aku sangat ingin membahagiakan mereka, mewujudkan setiap keinginan baik mereka. Berusaha keras, dan berdoa semaksimal yang aku bisa. Termasuk menemukan seseorang yang dapat menjadi nahkoda kapal yang akan berlayar menuju samudera nan luas kedepannya. 

Banyak sekali ya ternyata yang harus dipersiapkan. Semoga aku bisa lebih memaksimalkan waktu yang aku punya aamiin

Tentang pertemuan dan perpisahan..

Orang bilang disetiap pertemuan pasti ada perpisahan bukan? Sama seperti pertemuan dengan Ramadan melalui ajakan sholat tarawih pertama begitu pun perpisahannya dengan gema takbir yang berkumandang dimana-mana. 

Saat gema takbir berkumandang, rasanya itu seperti "Seriusan ini Ramadannya udahan?" dan gema takbir yang nyaring penuh semangat oleh anak-anak pun malah membuat pipi ini basah. Emang bener nya, kita akan merasa sesuatu itu semakin berharga ketika kita kehilangannya. Sama seperti Ramadan yang udah selesai, baru deh ngerasa "Ya Allah, ibadahnya ngerasa masih kurang, Ya Allah ngerasa akhir ramadannya masih belum maksimal" dan aku takut. Takut perpisahan ini mengikis perlahan kebiasaan baik yang sudah dilakukan disaat Ramadan. Takut jika Ramadan ini tidak memberikan bekas sedikit pun dihati dan kehidupanku setelahnya. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah untuk terus istiqomah atas hal baik yang kita lakukan di Ramadan kali ini ya, aamiin.

Tentang Gaza dan Indonesia

Yes, yang terakhir ini mungkin agak 'politik' sekali ya gaes, tapi inilah yang aku pikirkan. Melihat berita pembantaian saudara kita di Gaza saat ramadan itu benar-benar pengecut! Biad**! Sebegitu takutnya mereka dengan iman penduduk Gaza hingga berusaha melemahkan mereka di bulan dimana Al Qur'an diturunkan ini. 

Seperti yang kita tahu, atau mungkin kita pernah dengar, Baitul Maqdis adalah jantungnya dunia, siapa pun yang menguasainya maka ia akan menguasai dunia. Dan saat ini jantung itu benar-benar sedang sakit, sedang tercabik dan penuh luka oleh mereka yang mengerti akan hal ini dan berusaha menguasainya untuk kepentingan duniawi. Jika mereka bisa setidak menyerah itu, seterencana itu untuk menaklukan jantung dunia demi kepentingan duniawi mereka, kenapa kita sebagai umat muslim tidak bisa sebangkit itu?

Gaza dan Indonesia, jika jantung dunia itu tidak sesakit ini, aku yakin keberkahaannya pun akan meluas sampai ke Indonesia, dan Indonesia pun bisa turut sembuh dari penyakit-penyakit yang sudah mengakar ini. Atau mungkin ini adalah cara Allah untuk menempa para pejuang peradaban. Rakyat Indonesia yang mulai berisik dan sadar jika Indonesia tidak baik-baik saja, dan menyuarakan kebenaran tanpa rasa takut dari berbagai kalangan. Sungguh! bukankah mengatakan kebenaran kepada pemimpin yang dzolim merupakan sebuah jihad yang besar?

Bagiku saat ini baik mengenai Indonesia maupun Baitul Maqdis, keduanya memiliki permasalahn yang sama, yakni perang pemikiran. Jangan berhenti menyuarakan kebenaran baik itu tentang Gaza maupun Indonesia. Liberation of mind. Buat rakyat Indonesia sadar akan apa yang sebenarnya terjadi dan berfikir lebih kritis lagi.

aaargh, saat mengetik ini tuh jujur, dalam diri tuh tau jika masalahnya tidak sesederhana itu. Tapi untuk diriku dan kita semua, lakukan hal kecil apa pun yang bisa kita lakukan.

Tak perlu panggung besar, dimulai dari lingkup kecil pun cukup. Setiap insan memiliki perannya bukan? So, inilah saat yang tepat untuk memaksimalkan peran kita. Ganbatte!

Terakhir..

Ramadan ini aku bersyukur Allah masih izinkan aku bertemu orang yang aku sayangi, menghabiskan waktu bersama mereka, bercerita dengan mereka, belajar kehidupan dari apa yang aku lihat dan siapa yang aku temui setiap harinya. Banyak kajian yang mind-glowing sekali di Ramadan kali ini, mulai dari Escape, Reconnect with Al Qur'an: YukNgaji, My Dear Heart:Dr Haifaa Younis the Other Side: Dr Oemar Suleiman is She/He the One:Ust Oemar Mita dsb.

Selain itu Ramadan tahun ini bisa ikut kelas belajar bahasa Arab. Ya Allah aku jatuh cinta sama bahasa Arab ^^, rasanya ketika baca kalam-Mu terus nemu kosakata yang pernah aku pelajari, rasanya tau-tau senyum sendiri. Semoga bisa istiqomah menemukan rasa senang disetiap prosesnya ya Allah, aamiin

Ramadan kali ini juga Allah tunjukkah perlahan demi perlahan jalan menuju mimpi besarku (berkat doa mamah tentunya), tantangan yang Allah berikan setiap harinya di Ramadan ini untuk menguatkan mental dan fisikku, serta rasa deg degan, takut, sedih, senang semuanya aku syukuri. Ya Allah, semoga aku dan kami semua bisa kembali bertemu dengan Ramadan tahun depan ya Allah, aamiin

Ya Allah terima kasih,
Sungguh, aku bukanlah apa-apa tanpa-Mu ^^



Sampai bertemu di Catatan Ramadan Selanjutnya Insha Allah.

Jumat, 18 Oktober 2024

Syahidnya Sang Pejuang

18 Oktober 2024 | 15 Rabiul Akhir 1446 H


Terangnya bulan malam ini

turut mengiringi syahidnya sang Pejuang Yahya Sinwar

Air mata yang tak terbendung, namun

Do'a yang dipanjatkan dengan senyuman

Bukti bahwa ini bukan sebuah kekalahan


Syahidnya bagaikan pemantik api semangat

bagi para pejuang terdahulu 

maupun untuk mereka yang baru mengenal perjuangan

Satu tahun yang lalu


Dengan lisan

Dengan harta

Dengan ilmu

Dengan apa pun yang dibisa

Untuk turut menjadi bagian pembebasan ini


Syahidnya  bagaikan embun sejuk

yang menetes pada setiap tunas perjuangan 

yang menguatkan akar dan membuat tumbuh lebih kokoh dan tangguh


Lalu menaungi setiap langkah perjuangan

untuk kemenangan yang sudah ditetapkan




Rabu, 31 Januari 2024

Dear Allah

 16 November 2023

Satu bulan menuju penghujung tahun 2023. Begitu banyak kenangan yang terukir di tahun ini.Setiap benda yang terlihat dikamar, sekecil apapun itu seakan memberikan kilas balik akan berbagai kenangan di dalamnya. 

Kenangan akan kebersamaan bersama keluarga, teman, dan setiap orang yang aku sayangi. Saat malam tiba dan semua terasa sepi, kenangan itu ramai bermunculan di ingatanku. Canda, tawa, rasa sepi, hening sendu, semuanya. Membuatku tersenyum sekaligus menangis. Tak terasa sudah sampai sejauh ini ya..

Setiap mengingat hal itu -diriku yang dulu hingga saat ini- semakin aku merasa betapa baiknya Allah telah mendatangkan kehidupan yang bergitu berwarna dalam hidupku. Menghadirkan orang-orang yang baik, hebat, dan selalu menjadi pengingat dan pembelajaran bagiku.

Pertemuan, perpisahan, kebahagiaan, kesedihan, semua terasa indah saat kita yakin bahwa di dalamnya selalu ada hal baik yang Allah hadirkan untuk kita. Ya Allah, tidak ada satu pun hal yang aku sesali akan setiap hal yang telah engkau tetapkan dalam hidupku, begitu pun dengan setiap pilihan yang dengan sadar aku pilih. Memang masih banyak kesalahan yang perlu aku perbaiki tapi aku tidak akan menyerah untuk menjadi lebih baik dan menggapai cinta-Mu ya Allah.






Selasa, 15 Agustus 2023

Pengalaman Kegagalan Mengikuti "Sejuta Cita Future Leaders Vol: V, JAPAN" 2023

 Assalamu'alaikum gaees...

Malam ini pengen banget cerita tentang salah satu milestone kegagalan pertama di umur yang baru bertambah ini. Sekaligus semoga ini bisa jadi pelajaran buat siapa pun dari kalian yang nantinya mungkin mau ikut program Sejuta Cita ini.



Firstly, aku pribadi baru kenal akun Sejuta Cita ini di bulan Juni 2023 ini dari salah satu teman yang share tentang program Sejuta Cita yaitu "Sejuta Cita Future Leaders Vol:V". Pas liat programnya fully funded untuk ke Jepang, tanpa pikir panjang langsung aja gaskeeun. Karena fully funded pastinya ada seleksi dong. Seleksinya terdiri dari 3 jenis yang dapat kita pilih salah satu yakni, Esai, Pengetahuan Umum dan Skolastik (selengkapnya bisa cek ini). Berkaca dari program lain yang pernah diikutin dulu, aku dari awal tidak berniat mengikuti pengetahuan umum maupun skolastik, selalu gagal gaees.. hhe Jadi, langsung deh aku daftar untuk seleksi via Esai dan kalian bebas mau submit berapa esai loh.

Anyway, disini aku pilih yang registrasinya berbayar ya, jadi total biaya registrasi tergantung berapa banyak esai yang mau di submit. Singkat cerita, aku pun memutuskan akan membuat 2 esai. Alur yang harus diikuti untuk menjadi yang terpilih ini pun ada 4:
  • Seleksi Berkas
  • Seleksi Esai Tahap 1
  • Seleksi Esai Tahap 2
  • Wawancara dan
  • Pengumuman Pemenang
Aku sama sekali belum ada pengalaman buat esai. Yes, this is my first time dan alhamdulillah aku lolos Seleksi Esai Tahap 1 namun gagal di Seleksi Esai Tahap 2. Sedih? Pasti! Nggak mungkin nggak, apalagi untuk orang belajar bahasa Jepang, mengagumi Jepang, untuk bisa pergi dan belajar kesana lagi bisa dibilang adalah salah satu impian. Apalagi SFL ini tidak hanya mengunjungi Tokyo, tetapi juga Osaka, salah satu kota yang paling aku impikan untuk datang kesana.

Setelah aku merenung, muhasabah, dan mengingat-ingat lagi, mungkin bisa dibilang hal inilah yang membuat aku gagal di Seleksi Esai Tahap 2 ini :

1. Tidak totalitas dan merasa cepat puas

Aku mengakui aku adalah tipe orang yang 'Deadliner' yang makin kesini makin ngerasa kalau ini tidak baik. Esai tahap satu pun aku tuntaskan benar-benar di waktu yang mepet. 23.45 dari batas maksimal pengumpulan 23.59, mepet banget bukaan. Alhasil, esai yang harusnya aku submit 2 dengan judul berbeda hanya aku submit dengan judul yang sama. Nah, begitu pula untuk seleksi esai tahap 2 ini aku kumpulkan di jam 21.00 dari batas maksimal pengumpulan 23.59. Tidak terlalu mepet memang, tapi disitulah titik krusialnya.

Aku terlalu cepat merasa puas! Bagi orang yang pertama kali membuat esai bisa dibilang aku terlalu jumawa. Langsung merasa puas dengan tulisan yang aku buat dan tidak meminta pendapat mereka yang sudah ahli dalam penulisan. Ini pun buah dari ngerjain yang terlalu mepet. Ngerjain mepet waktu ini bener-bener bikin kurang riset, jadi terburu-buru, dan tidak push my limit

Dibanding pengumpulan Esai Tahap 1 yang bagaimana pun aku tidak mau menyerah dan alhamdulillah bisa kelar tidak lewat tenggat, di Esai Tahap 2 ini aku sendiri merasa kayak "yang penting ngumpulin deh", padahal dari sisa waktu yang ada, kalau aku ingin lebih berusaha dan push my limit, mungkin aku bisa menyelesaikan satu esai lagi dengan judul berbeda bukan?

2. Orientasi yang berubah di tengah jalan

Honestly, hal yang bikin aku nggak mau nyerah waktu buat esai tahap 1 adalah ketika aku riset tentang harapan Indonesia untuk pendidikan di tahun 2045 membuatku tanpa sadar jadi semangat. Bahkan dalam hati aku selalu mengucapkan, "Tawakal itu dari awal, yuk jangan nyerah". Yes, benar-benar ngerasa "ya Allah, terserah deh gimana nanti, yang jelas cuma pengen ngungkapin apa yang ada di hati lewat tulisan ini", Just it. dan Alhamdulillah lolos.

But, ketika di seleksi tahap ke-2 ini ngerasa banget orientasi 'Tawakal' itu hilang perlahan. Tanpa sadar cuma kayak "pengen ke Jepang". Nilai-nilai semangat pengen ke Jepang karena untuk pendidikan Indonesia itu benar-benar terkikis. Dan aku jadi sadar ternyata hati aku sendiri sebenarnya udah ngasih sinyal itu ketika mulai nggak tenang, deg-degan nungguin pengumuman, bolak-balik liat website dan instagram untuk tau kapan pengumumannya, kayak "Apa siih yang ditunggu? Untuk apa siih?"


Okay, mungkin menurut kalian itu terlalu strict. Tapi bagi aku pribadi yang mungkin terlalu idealis ini, mengikuti hal kayak gini pun harus ada tujuannya. Tujuan yang nggak cuma untuk hiburan, tapi harus bisa memberi manfaat untuk diriku dan sekitar. Aku pun sadar kalau udah salah niat apalagi ketika ngebayangin "Wah, kalau menang bisa ke Osaka yaa, bisa ke Japan Dakwah Center yaa, bisa ketemu temen yang disana yaa" semacam ini, kayak cuma kepikiran enaknya aja gitu. "Mana buat pendidikannya?" kurang lebih gitu deh.

"Setiap kegagalan pasti ada ibrah yang bisa diambil"

Dan itu pun yang aku temukan dari kegagalanku. Mungkin yang Allah inginkan bukan membuat aku pergi ke Jepang, tapi membuat aku terbuka akan realita pendidikan Indonesia saat ini. Hal yang aku temukan ketika aku melakukan riset, membaca artikel, menonton youtube seputar pendidikan dan ketika aku bertanya kepada teman dan kakak-kakak relawan untuk bahan esai ini.

Mungkin Allah juga ingin aku tersadar, untuk fokus dan total untuk apa yang aku impikan, dan jangan jadi 'Deadliner' lagi serta berusaha lebih manage waktu. Serta ini jadi salah satu trial aku untuk menetapkan apa yang aku pelajari, 'Tawakal itu dari awal'. Ternyata susah ya gaees, hehe. Ketika di tengah jalan keinginan terlalu lebih tinggi, tawakal itu jadi tanpa sadar suka kekikis. Tapi, semoga di lain kesempatan bisa menerapkan ini dari awal hingga akhir hal itu tercapai. aamiin

Last but not least,
You Did Well Ayoe! (puk puk)

Setidaknya kamu tidak menyerah sebelum mencoba, that's a good thing right? Kalau nggak ada kegagalan ini pun kamu kayaknya nggak akan nulis di blog ini lagi, hhe
Keep trying! Ganbare!

Semoga tulisan ini juga bermanfaat untuk kalian yang baca ini (makasih loh udah baca celotehan ini sampai akhir hhe). 

SFL ini akan ada banyak programnya, jadi bisa kepoin langsung ya ke Instagramnya ya @sejutacita.id

Arigatou gaees...

Jumat, 25 November 2022

Dari Ayoe Untuk Ayoe - Menuju Penghujung 2022

25 November 2022

Tak terasa sebentar lagi akan masuk di bulan penghujung tahun ini. Banyak sekali sebenarnya cerita yang terukir dari tahun-tahun sebelumnya. Mungkin menulis ini kelak bisa menjadi pengingat bagi diriku di masa yang akan datang kalau "you did it!" alhamdulillah kamu -Ayoe- bisa melewati tahun-tahun itu, tahun dimana kamu merasa ingin menyerah tapi alhamdulillah kamu bisa melewatinya



Mari flashback ke tahun 2020..

Waah tahun yang cukup berat ya ayoee..Tahun dimana COVID19 bermula. Kamu merasakan yang namanya Work From Home. Awalnya senang, tapi kalau berlangsung lama ternyata bosan juga yaa. Kerja di rumah tanpa teman berbagi kalau lagi mumet nggak ada ide, hehe.

Februari 2020 kamu mengalami kecelakaan yang akhirnya disini kamu sadar 'Kematian' itu bisa datang kapan aja, dan apa yang udah kamu persiapkan? jadikan ini pengingat untuk selalu lebih dekat lagi sama Allah yang Ayoe. Beberapa bulan setelah itu kamu pun merasakan yang namanya lay off. Hmmm biasanya resign mulu sekarang lay off yaa hehe. Cuma, banyak hikmah sih yang bisa diambil dari sini. Kalau namanya keadaan itu nggak pasti, kadang di atas kadang di bawah. Karenanya persiapkan apapun itu. mental dan keuangan kamu. Jangan boros untuk hal yang nggak penting dan dibutuhin. Karena hal ini bisa aja terjadi lagi bukaan? Tapi tapi.. inget nggak betapa baiknya Allah, nggak lebih dari sebulan kamu alhamdulillah bisa dapet kerjaan lagi, yang deket sama rumah dan bisa anter jemput mamah ke pasar waktu itu. Kan, pasti selalu ada hikmah baik dari setiap kejadiannya.. Inget terus ini ya Ayoe, kalau tanpa Allah kamu pasti bukan apa-apa.

Terus di tahun 2021..

Bisa dibilang ini tahun yang cukup berat untuk dunia pendidikanmu ayoe wkwkw. Yes, kuliah online itu benar-benar tidak cocok sama kamu. Menjemukan, nggak bisa sharing sama temen, nggak bisa ngobrol sama temen ngomongin perkuliahan atau dosen (eeh). Intinya jadi semakin stres dengan semua tugas praktek. Yang biasanya ngerjain bareng di rumah temen sekarang harus pusing-pusingan sendiri. Bener-bener sebuah pengalaman ya ayoe..tapi karena itu juga kan kamu jadi pengen banget kuliah di luar negeri kaan? Karena pengen banget merasakan perbedaan pendidikan di Indonesia dan di luar negeri, yang siapa tau ada teknik yang bagus yang bisa diadaptasi dalam mengajar di Indonesia, ya kaan? Masih bercita-cita kuliah di Jepang nggak ayoe?

Terus di tahun ini, kamu ingat kan gimana rasanya pengen menyerah menyelesaikan Tugas Akhir. Waktu itu, kalau bukan karena mamah yang mendampingi rasanya pasti berat banget. Mamah yang nemenin cari tukang, nemenin begadang bikin laporan sampai akhirnya Alhamdulillah kamu terpilih menjadi "Wisudawan dengan Tugas Akhir Terbaik". Maa Syaa Allah kalau inget itu kayak.. :""") Ini pasti berkat do'a mamah jugaa..(makasiih maaah *lope lope*) semoga kelak kalau aku jadi ibu bisa mendidik dan membersamai anak aku seperti itu juga yaa.. aamiin

Di tahun ini juga kamu kembali resign, dan akhirnya masuk lagi di sebuah start up yang mengenalkan kamu sama orang-orang hebat lainnya. Orang-orang yang skill desainnya di atas kamu. Hmmm terus skill desain kamu udah sampai mana ayoe?

Setahun lebih kerja disitu akhirnya kamu merasakan yang namanya habis kontrak, hehe. Kayaknya pengalaman kerja kamu udah rasain semua yaaa dari resign, lay off, habis kontrak (wkwkw candaa). Cuma emang rencana Allah baik banget yaa.. walaupun habis kontrak kamu dikasih kesempatan ngajar dan freelance. Tidak lupa dari habis kontrak ini kamu jadi bisa buat sesuatu kan ayoee..

Lalu, di tahun 2022..

Bicara dua tahun lalu, emang nggak kayak masa-masa 20an awal kamu yang penuh dengan pencapaian. Pengen menang ini pengen pergi kesini dan sebagainya. Tapi, bisa dibilang di dua tahun terakhir ini kamu lebih mendapat banyak pengalaman hidup yang mungkin kelak bisa jadi bekal kamu mendidik anakmu. Tak lupa, perjalanan spiritual kamu yang di dua tahun terakhir ini alhamdulillah banget bisa dipertemukan dengan Kingdom of Sirah, bersatu di xwibuotaku dan ketemu JKT01 sampai bisa kajian bareng. Dipertemukan dengan mereka itu benar-benar hadiah terindah banget. Karena untuk diriku yang sering futur, ngeliat semangat mereka aja bisa balikin lagi diriku on the track. Jangan sampai balik lagi ke masa jahiliyah kamu ya ayoee.. terus rangkul mereka, jangan lepaskan mereka hingga kelak insha allah bisa bertemu lagi di Surga. aamiin

Banyak juga ya, kisahmu ayoee..

tapi, tahun 2022 ini belum berakhir. Semoga bulan Desember 2022 besok kamu bisa mengukir cerita dan pencapaian menakjubkan lainnya. Hmm saatnya bikin resolusi lagi niiih, cuma sekarang nggak perlu banyak-banyak yang penting "harus karena Allah" di dalamnya. Apapun ituu.. lulus N2 atau N1, dapet beasiswa S2 di Jepang, menikah dan berdakwah bersama, bangun usaha, lebih aktif di xwibuotaku, apapun itu pastikan tujuannya karena Allah dan untuk Islam.

Jadi inget perkataannya ustad Felix yang bilang
"Apapun itu pilihlah yang ada manfaatnya untuk Islam."

 

Dari ayoe di bulan November ini untuk Ayoe di masa mendatang, pesanku..

Semoga kamu selalu istiqomah ya, jangan kembali ke masa jahiliyah kamu. Selalu ingat betapa baiknya Allah, betapa indahnya rencana Allah, mintalah terus untuk dikuatkan pundakmu agar bisa melewati setiap ujian kedepannya. Ingat! tidaklah kamu diciptakan melainkan untuk beribadah kepada Allah. Jadi, pastikan apa pun yang kamu lakukan niatkan untuk ibadah. Optimalkan setiap kemampuan yang dititipkan kepadamu di jalan Allah. Ilmu desain, bahasa Jepangmu, apapun itu. 

Buatlah legacy yang akan diingat orang dan bermanfaat buat orang banyak walaupun kamu sudah meninggal nanti. Oiya, kalau nanti kamu sudah menikah pun, jangan tinggalkan jalan dakwah bersama xwibuotaku maupun manfaatkan sosial mediamu untuk dakwah ya ayoe..

Jangan mengeluh, berdamai dengan dirimu di masa lalu. Maafkan, ikhlaskan dan saatnya berubah menjadi lebih baik. Jangan biarkan inner child kamu menguasaimu sehingga menjadikan kamu sebagai orang yang kufur nikmat. Oya yang paling utama, JANGAN SIA SIAKAN WAKTUMU!

Aku di bulan November 2022 ini bersyukur untuk setiap pengalaman apa pun yang aku dapatkan hingga saat ini. Terima kasih telah berjuang, bertahan, dan tidak menyerah. Tapi ingat! ini tidak akan terjadi tanpa kehendak Allah. Jadi, jangan lupa untuk terus berterima kasih kepada Allah ya Ayoe...

La Haula Wala Quwwata Illa Billah


Semangat for the rest of your life ^^d