“So, there is a duck swimming in the river, but suddenly the current carries her to the sea…”
Begitulah prolognya. Tempat yang asing bagi seorang bebek, terlihat tenang mengikuti arus lautan, padahal kakinya sedang berusaha mengayuh dengan kuat dan sepenuh tenaga. Dengan penuh ketakutan dan kekhawatiran akan apa yang terjadi di depan. Bebek ini pun tahu, jika dia berhenti seketika sebelum mencapai daratan dari lautan ini dia akan tenggelam atau terseret ombak kembali mundur.
Rasa lelah itu pasti, tangisan dalam hening malam, dan kesepian sering ia rasakan. Tak terkadang dia merasa iri pada burung yang berada di atasnya. Terbang bebas dengan lepas tanpa takut akan tenggelam ke lautan. Terkadang dia pun heran saat manusia lewat di atasnya dan menyorakinya karena menanggap unik bebek yang berada di lautan tanpa pernah berfikir kenapa ia bisa sampai disana? dan untuk apa?
Sekarang bebek itu hanya bisa terus berenang, tidak ada cari lain selain berusaha melihat sekeliling dan menikmati pemandangan.
"Ternyata tak buruk juga." pikirnya..Langit terlihat sangat biru, kicauan burung terdengar sangat jelas, dan suara ombak yang datang di keheningan malam begitu menenangkan.
Tak jarang ia bertemu biota laut lainnya, dan mendapatkan berbagai pelajaran dari mereka. Hebat, takjub dengan semuanya. Dan satu hal yang bebek pelajari saat bertukar cerita dengan mereka, ternyata mereka yang berada di laut pun mendambakan pemandangan lain di luar laut yang luas ini. Para ikan pun takjub dengan si bebek yang masih berusaha berenang dalam lautan dan tidak menyerah. Satu hal yang yang si bebek tidak sadari dalam dirinya.
Ketika pertemuan itu berakhir dan si bebek berenang sendiri lagi, ia pun menyadari, jika jalan hidup yang tidak ia sangka ini ternyata membawanya kepada pelajaran yang mungkin tidak akan ia dapatkan jika tidak terseret ke dalam lautan. Tentang arti dari sebuah tujuan dan dukungan, arti dari menemukan hal yang indah dalam setiap takdir-Nya, dan kesepian yang membawanya justru lebih mengenal dirinya dan pencipta-Nya.
Lautan ini masih begitu luas dan si bebek tidak tahu kapan akan sampai di tujuannya. Ia pun tahu jika perjalanannya tidak akan mulus saja, akan ada ombak atau bahkan rintangan yang lebih sulit lagi baginya.
Namun, tidak ada jalan selain harus menghadapinya. Menyadari rasa takutnya, terus berenang maju, dengan tetap berprasangka baik terhadap penciptanya.
Namun, tidak ada jalan selain harus menghadapinya. Menyadari rasa takutnya, terus berenang maju, dengan tetap berprasangka baik terhadap penciptanya.
"And we will see what the duck will face in the future."
continued



BalasHapusIni tulisan kamu dek? Gimna cara publis gini ya?